PLASTIK: SEBUAH BERKAH ATAU KUTUKAN?

SEMAR: Sehat-Ekonomis-Manfaat-Artistik-Ramah lingkungan

Di perkenalkan 100 tahun yang lampau, kita mengenal banyak keuntungan dengan adanya plastik. Lebih ringan dibandingkan besi atau kaca, dan plastrik juga lebih mudah dibentuk, cenderung stabil, dan murah biaya produkinya. Saat orangtua kita masih bisa mengingat benda plastik apa yang pertama kali mereka miliki, kita sudah dikelilingi dengan berbagai benda platik disekitar kita. Sekarang ini, plastik  ada banyak jenis dan beragam cara menggunakan plastik. Bayi menggunakan kempeng plastik, anak-anak bermain dengan bermacam-macam mainan plastik, dan kita? Kita masing-masing memiliki sepasang atau bahkan dua pasang sendal plastik. Setiap hari, kita memproduksi berbagai macam sampah plastik, karena, hampir semua barang kita bungkus dengan plastik, untuk kemudian kita masukkan lagi ke dalam kantong plastik.

TIDAK TERELAKKANyog_4237

Pastik terbuat dari limbah kimia dari sisa  industri minyak. Limbah kimia ini tidak lagi bisa diserap ulang oleh tanah disekitar kita. Plastik bukanlah biograde tetapi photograde. Ini berarti bahwa plastik (setelah bersentuhan dengan material sejenis air dan sinar matahari) lambat laun setelah bertahun-tahun, akan terurai menjadi serpihan-serpihan kecil yang beracun. Dan secara kebetulan, potongan-potongan itu bahkan saat potongannya itu menjadi sangat kecil hingga bisa terserap oleh tumbuh-tumbuhan, ikan, dan binatang lainnya yang akhirnya akan kita konsumsi. Saat dibakar, plastik akan menghasilkan molekul dioksin beracun, yang setelah mengalami penguapan, molekul itu akan jatuh kembali ke bumi bersama dengan air hujan, yang akhirnya akan terserap kembali oleh tanah dan hutan. Ini berarti kita tidak bisa sekedar membuang plastik begitu saja, karena dampak sampah plastik ini, melekat dan terus menerus dari generasi ke generasi.

MENGAPA PLASTIK MENJADI ‘MASALAH’?

Banyak sekali alasan mengapa plastik menjadi masalah. Mari kita mulai membahas dari yang paling dekat, yaitu dengan alasan terdekat kenapa plastik berdampak langsung bagi kita.

Plastik tidak hanya merusak saat sudah dibuang sebagai sampah. Kandungan zat kimia dalam plastik, dalam mainan plastik dan lainnya bisa menyebabkan kanker. Beberapa bahan pembuat plastik yang terkandung dalam beberapa barang plastik yang banyak dipergunakan disini, di Indonesia, bahkan sudah dilarang dipergunakan di Eropa. Kandungan yang sangat merusak ini bahkan sudah bisa terdeteksi dalam darah, dari kebanyakan kita, dan bekerja persis sama seperti halnya hormon. Kandungan berbahaya ini bahkan bisa merusak sistem hormonal kita. Beberapa penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara kemandulan dan kanker pada kaum laki-laki dengan unsur berbahaya dalam plastik. Masalah lain yang mungkin timbul adalah berbagai penyakit bawaan lahir atau penyakit degeneratif lainnya.   Molekul BPA yang berbahaya yang bisa memicu serangan jantung, ditemukan dalam kotak plastik, bahan penambal gigi, dan kaleng (1). Molekul-molekul ini terakumulasi dalam tubuh kita dan terpapar sejak dari ibu sampi kepada anak2nya.

HENTIKAN MEMBAKAR SAMPAH PLASTIKyog_4206

Beberapa orang berusaha bersikap ‘anti plastik’ dengan cara membakar sampah plastik secara terang-terangan, dipinggir jalan atau dipekarangan rumah. Ini sangat mengganggu kesehatan. Racun semacam karbon monoksida terlepas bebas ke udara. Racun ini pemicu kanker, impotensi, asma, beberapa jenis alergi, serta berbagai penyakit saluran nafas lainnya. Kandungan beracun yang terhisap dari asap yang dihasilkan karena pembakaran sampah plastik bisa jadi juga memicu ketidakseimbangan hormon. Peneliti menemukan fakta, bahwa menghisap asap pembakaran sampah plastik mengubah karakter seksual pada beberapa jenis burung, dari jantan menjadi betina. Mereka menemukan fakta, bahwa beberapa efek semacam itu dimungkinkan juga bisa terjadi pada manusia. Membakar plastik, jika tidak dilakukan dalam temperatur tertentu, tidak serta merta menghancurkan plastik tersebut dengan segala kandungan racun didalamnya. Bahkan abu sisa pembakarannya juga tetap saja membahayakan, hingga semestinya tidak bisa begitu saja kita buang ke dalam tanah. Plastik tidak seharusnya dibakar di tempat terbuka. Ada beberapa opsi daur ulang yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan sampah plastik.

LANJUTAN:

Indonesia, merupakan negara kedua penghasil plastik terbesar di Indonesia, hanya sedikit lebih rendah dari China. Maka sebaiknya, ini jadi isu besar bagi kita. Kita akan lanjutkan bagian kita ini dengan bahasan mengenai sampah plastik dilautan, berbagai sistem pengelolaan sampah di Jogjakarta, ecobricks dan berbagai alternatif solusi yang bisa kita lakukan, sebagai wujud keterlibatan kita  untuk mendaur ulang atau memanfaatkan kembali sampah yang kita hasilkan, sebagai upaya kita mengurangi sampah plastik.

Jika kamu tertarik untuk berbagi informasi atau ingin tergabung dengan SEMAR, silahkan hubungi kami. Kami juga sangat tertarik untuk mengetahui, dimana alternatif pemanfaatan sampah ekologis di Yogyakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s